escapade ... journey to the east (java)!


maaf. terlalu lama aku menunggu waktu yang sesuai untuk menzahirkan secebis pengalaman kami. waktu terlalu sempit, saban hari. terisi dek kerja-kerja harian.

8 hari menelusuri sisi timur tanah jawa langsung ke pulau suci penganut hindu nusantara, sebuah pengalaman berharga. benar, susur galur budaya dan bahasa mereka adalah rumpunan kita di sini, namun masih ada yang berbeda dan punya ruang untuk dikenali.


aku memulakan segalanya lebih kurang november itu, selepas perancangan bersama teman-teman sepejabat ke kota budaya tanah jawa, yogyakarta tertunda dek ragam merapi yang meletus dahsyat pada november.

urusan tiket dan supir diselesaikan seawalnya. yanto, sahabat di bali dihubungi bagi khidmatnya selaku supir. serentak, aku berterusan membaca nota-nota wisata berkaitan, merancang laluan dan persinggahan kami kelak. buku 'lonely planet - indonesia' yang dipinjam dari liza, erat bersama dan berulang kali aku baca. terasa dekat benar, bila sudah khatam. lagi teruja, bila melayari flickr dr jamal, seorang jurugambar amatur yang dalam dua siri foto2 nya yang bercerita dan menterjemahkan tentang keindahan jawa timur.


Subhanallah. lebih indah kalau ditatap mata sendiri, itu detik hati aku.

'itinerary' kami siap, hasil penelitian dari sumber2 ini dan juga input dari yanto sendiri, selaku pemandu. namun, kami diuji lagi. selepas merapi meletus dan menghalang perjalanan kami ke kota yogya, hampir waktu untuk kami berangkat, tiba pula giliran bromo. membaca nota-nota volkanologist tanah seberang, memang benar waktu itu, lingkaran api pasifik seperti melatah di jentik.

perutusan aku dan yanto semakin kerap, lantaran mahu memastikan status bromo dan agar bisa kami merancang perjalanan dengan seadanya. tiap hari aku memeriksa status bromo di laman sesawang rasmi indonesia berkaitan status gunung berapi dan gempa bumi, berdoa juga tak lekang, mohon pada Allah agar semua nya kembali reda.

akhir bicara, kami nekad. perjalanan diteruskan. jika Allah mengizinkan, sampailah kami ke desa tengger dan menjejak kaki di kaldera sesayup mata memandang itu.

aku bermalam di rumah fauzi, memandangkan kami berlepas awal pagi dan harus ke lapangan terbang seawal mungkin. penerbangan selama 2 jam menaiki Malaysia Airlines dari Kuala Lumpur ke Surabaya, terasa begitu lama. mungkin hati kami terlalu teruja untuk memulakan ekspidisi ini.

Surabaya, kota pahlawan yang hidup dalam semangat mitos pertarungan jerung dan buaya, menyambut kami dalam kelam angin musim lembap nya...

Popular Posts